6 Pengaruh Responsive Web Design Untuk Meningkatkan SEO

SEO - 21 Mei 2017

Desain sebuah website kini enggak semata-mata hanya tentang keindahan estetika, namun ada banyak faktor penting lain yang perlu diperhatikan lho! Selain desain antarmuka dan kemudahan navigasi, fleksibilitas sebuah desain website untuk berbagai macam perangkat kini menjadi hal yang krusial.

Menurut data yang dikeluarkan secara resmi oleh Google, pada tahun 2014 penggunaan smartphone untuk halaman pencarian Google meningkat 17%, tablet 28% sedangkan desktop menurun sebanyak 1%.

Perangkat mobile, khususnya smartphone, mendominasi media digital dengan persentase 60% dan 40% sisanya yaitu desktop pc. Aspek SEO yang berpengaruh terhadap peningkatan pencarian melalui perangkat mobile juga sudah banyak diperbincangkan sebelumnya.

 

Sumber gambar

Sumber gambar

Responsive Web Design (RWD)
Responsive design merupakan suatu teknik untuk merubah tampilan website secara otomatis sesuai dengan ukuran layar perangkat pengunjung website. Responsive design kini sudah dikenal sebagai jawaban untuk user experience. Dengan pengunjung website yang melakukan akses dengan perangkat berbeda-beda, responsive design memberikan keuntungan bagi SEO.

1. Google menyarankan Responsive Design

Mengingat Google adalah mesin pencari terbesar dan paling utama di internet, semua teknik optimasi mengacu pada Google. Dalam hal ini, Google sudah menyarankan optimasi responsive design bagi website untuk menjangkau pengguna smartphone, yang merupakan aspek penting bagi SEO.

Faktanya, dengan penerapan responsive design segalanya menjadi lebih mudah. Sebelumnya, agar dapat memaksimalkan kenyamanan pengunjung, website dibuat dalam beberapa desain untuk menyesuaikan resolusi layar dengan perangkat yang berbeda.

Sumber gambar

Kini, dengan adanya responsive design maka tampilan akan disesuaikan secara otomatis pada halaman dan URL yang sama dalam perangkat yang berbeda-beda. Hal ini tentu akan jauh lebih efektif dan efisien dalam pengelolaan website.

Selain itu, responsive design juga akan mengurangi proses indexing oleh Googlebot karena enggak perlu lagi merambah halaman dengan konten yang sebenarnya sama untuk versi yang berbeda. Hal ini mempermudah search engine untuk menganalisa perkembangan jumlah konten website yang akan mendapatkan peringkat di halaman pencarian.

2. Satu website, satu URL

Sebelum responsive design dipraktekan secara luas, untuk perangkat mobile akan dibuat halaman website terpisah. Halaman website ini didesain khusus untuk tampilan layar perangkat mobile yang umumnya lebih kecil.

Memang, ini mungkin adalah solusi terbaik sebelumnya, namun enggak berdampak bagi SEO. Dengan memiliki dua halaman, optimasi perlu dilakukan untuk kedua versi halaman tersebut. Ini merupakan praktek yang enggak efektif dan efisien. Kini praktek tersebut sudah ditinggalkan dalam dunia web design. Pasalnya dengan teknik responsive design, satu halaman dan satu URL saja sudah cukup.

Google pun kini sudah bisa mengenali apakah sebuah website didesain untuk mobile atau desktop. Google kemudian membaginya sesuai dengan hasil pencarian, tergantung pada perangkat yang digunakan. Artinya sebuah website yang diperuntukan untuk mobile umumnya enggak akan mendapatkan peringkat yang sama pada halaman pencarian desktop.

3. Mengurangi bounce rate

Lamanya kunjungan pengunjung website juga berpengaruh pada peringkat website dalam search engine. Selama ini Google memastikan setiap pengunjung sebuah website mendapatkan jawaban atau apa yang dicarinya pada halaman pencarian pertama. Sebuah peringkat website bisa semakin turun apabila pengunjung semakin cepat meninggalkan (bounce) halaman website setiap melakukan kunjungan.

Sumber gambar

Terlepas dari masalah pada sisi SEO, hal ini juga bisa disebabkan oleh beberapa faktor berikut :
• Website yang enggak ditampilkan dan bisa digunakan dengan baik pada perangkat mobile bisa jadi satu alasan mengapa pengunjung menjadi enggak betah (misalnya tampilan sama persis dengan versi desktop)

• Pengunjung yang meninggalkan website sesaat sesudah mereka datang merupakan indikasi bahwa konten yang disajikan mungkin enggak relevan

• Pengguna desktop yang secara enggak sengaja mengunjungi versi mobile akan kecewa dan menekan tombol “back”

• Ketidakcocokan ukuran pixel dan muatan file berukuran besar yang dipaksa tampil pada perangkat mobile serta keterbatasan bandwidth pada perangkat mobile bisa memperlambat proses loading

• Sulitnya melakukan navigasi dan masalah tampilan bisa mendorong pengunjung website anda untuk beralih ke website kompetitor yang lebih mudah digunakan

Dengan responsive design, anda bisa membuat desain yang fungsional tanpa mengorbankan konten yang akan ditampilkan. Menyajikan semua konten kepada pengguna dengan pendekatan tampilan yang nyaman tentunya akan membuat pengunjung betah menggunakan website Anda.

4. Meningkatkan kenyamanan pengunjung

Tujuan utama internet adalah memudahkan distribusi informasi melalui satu media. Hal ini dilakukan dengan membuat pencarian informasi bisa dengan mudah dilakukan hanya dengan menggunakan sebuah kata kunci. Tingkat kesuksesan user experience (UX) bisa dipengaruhi oleh responsive design yang juga akan memberikan dampak positif pada aspek SEO website Anda.

Tampilan website pada perangkat apapun dapat disesuaikan dengan teknik responsive design. Mulai dari ukuran gambar, tata letak menu, konten, sampai dengan ukuran font akan mengalami perubahan otomatis. Semuanya akan ditampilkan secara maksimal mengikuti ukuran layar perangkat pengunjung website.

Ukuran teks misalnya, akan disesuaikan sehingga konten teks akan tetap mudah untuk dibaca. Umumnya, posisi menu akan dipindahkan dan diminimalisasi mengingat keterbasan ukuran layar. Sementara terkadang beberapa bagian yang dianggap kurang penting enggak akan ditampilkan, sebaliknya informasi yang sangat penting akan tetap dipertahankan.

Selanjutnya struktur navigasi website akan dirancang dengan sangat matang. Kemudahan pengguna untuk mencapai halaman tertentu, terlebih halaman yang vital harus dipikirkan. Apakah posisi link menuju halaman contact Anda mudah untuk ditemukan? Atau berapa kali klik yang dibutuhkan pengguna untuk melakukan transaksi pembelian di toko online Anda?

Semua pertanyaan tersebut akan terjawab dengan teknik UX yang baik mengingat fungsi UX adalah memudahkan pengunjung mengakses informasi di website Anda.

5. Tujuan utama adalah conversion rate

Meskipun Google menyatakan bahwa responsive design adalah hal penting untuk optimasi mobile, developer masih harus memikirkan secara matang apakah responsive design memang merupakan pilihan terbaik bagi website mereka.

Jika sebuah website dirancang dengan teknik responsive design namun masih sulit untuk digunakan oleh pengunjung website tersebut, maka pengguna tersebut akan mendapatkan pengalaman negatif. Baik atau buruknya pengalaman kunjungan bisa diukur dengan conversion rate, yaitu proporsi pengunjung yang melakukan aksi lebih dari sekedar mengunjungi website. Hal ini bisa meliputi memberikan alamat email, mengunduh dokumen, atau bahkan melakukan check-out untuk pembelian online.

Lantas bagaimana kita bisa mengetahui apakah kita masih memerlukan RWD?

Jika conversion rate tinggi sudah tinggi untuk penggunaan halaman website terpisah untuk versi mobile, maka enggak diperlukan responsive web design. Sebaliknya, apabila conversion rate rendah, pendekatan responsive design mungkin memang diperlukan untuk meningkatkan conversion rate. Namun perlu diingat bahwa desain tampilan hanya satu dari sekian banyak faktor yang menentukan keberhasilan target website anda.Idealnya. harus dilakukan pengujian terlebih dulu untuk mengetahui efektivitas tampilan website bagi pengunjung. Proses ini membutuhkan proses bertahap dan memakan waktu.

Pada dasarnya, untuk mendapatkan kesuksesan jangka panjang dalam SEO, anda harus memuaskan pengguna bukan Google. Setelah anda berhasil memberikan kepuasan kunjungan kepada pengunjung website anda, Google akan mengetahui hal ini. Yap! sebagai imbalannya, anda akan mendapatkan kenaikan peringkat untuk website anda.

6. Menghindari duplikasi konten

Sumber gambar

Apakah anda membuat konten artikel yang sama baik untuk versi mobile maupun desktop? Perlu anda ketahui bahwa memiliki halaman mobile tambahan dengan konten yang sama dengan versi desktop beresiko bagi SEO. Praktek demikian ‘diharamkan’ oleh Google semenjak diluncurkannya algoritma baru bernama Google Panda pada tahun 2011. Algoritma ini memberikan sanksi serius bagi website dengan konten duplikasi dan berkualitas rendah.

Akibatnya, banyak website yang peringkatnya menurun secara signifikan atau bahkan sama sekali hilang dari halaman pencarian. Tentunya, hal ini akan membuat anda perlu memikirkan mengenai dampak duplikasi konten bagi SEO.

Kabar baiknya, Google enggak akan memberikan sanksi pada website dengan konten duplikasi dalam jumlah yang sangat besar. Website yang dimaksud adalah e-commerce, dengan jumlah produk ratusan bahkan ribuan yang membuat konten terduplikasi berkali-kali. Tapi hal ini memang enggak bisa dihindari mengingat website e-commerce bukan seperti website dengan konten artikel yang diambil dari situs lain.

Google memberikan solusi bagi website e-commerce untuk menggunakan canonicalization tag (rel=”canonical”). Dengan tag ini anda bisa menentukan halaman mana yang akan ditampilkan pada hasil pencarian Google.

Tapi apapun pilihan yang tersedia bagi anda, responsive design atau halaman terpisah, bisnis modern pasti akan melakukan optimasi website untuk perangkat mobile. Jika anda ingin selangkah di depan kompetitor, mobile user experience harus menjadi prioritas dalam strategi SEO anda. Adapun cara paling mudah dan efisien untuk mengatasi masalah itu adalah dengan responsive design.

Yuk ubah tampilan website anda menjadi responsive design website! Klik disini untuk menghubungi web developer profesional dari Kertas Putih Creative House ya :)

Sumber artikel

Sumber gambar thumbnails