8 Hal Paling Hits Tentang Media Sosial di Tahun 2018

Digital Marketing - 24 Sep 2018

Sudah bukan rahasia umum bahwa media sosial saat ini bisa dikatakan sudah menjadi sebuah kebutuhan. Sehingga data seperti pengguna media sosial yang mencapai 3 miliar user bukanlah hal yang mengejutkan. 3,7 miliar tersebut, 67% diantaranya merupakan mereka yang mengakses media sosial dari perangkat genggam atau secara mobile.

Sumber gambar

Dengan banyaknya pengguna media sosial tersebut maka tidaklah mengherankan jika “wahana” ini menjadi wahana favorit bagi para marketer untuk menjangkau market dari produk maupun brand-nya. Sehingga tidak mengherankan jika media sosial akhirnya menghasilkan berbagai trend-trend yang diikuti oleh mereka yang tetap ingin menjadi terdepan.

Berikut adalah 8 Hal yang menjadi hits di media sosial yang perlu Anda perhatikan : 

1. Augmented Reality: Sebuah Kesempatan yang tidak boleh Anda Lewatkan

Microsoft Holo Lens dan Google Glass merupakan bukti bahwa brand besar menanggapi AR dengan serius. Meskipun Google Glass meledak di pasaran, ia membantu google untuk banyak belajar mengenai AR, yang sekarang telah diimplementasikan melalui OS Android andalannya.

Sumber gambar

Snapchat yang terkenal menggunakan AR melalui face filter dan memonetisasinya dengan cara membiarkan brand untuk membuat custom face-filter. Di sisi lain, Facebook baru saja merilis AR Studio – sebuah platform dengan tujuan “mendorong creator untuk menghubungkan seni dengan data untuk membawa Augmented Reality ke dalam kehidupan sehari-hari melalu Facebook Camera.”

Ini petunjuk Facebook mengenai rencana mereka mengenai Augmented Reality:

“Salah satu tujuan kami dengan AR Studio adalah untuk memberikan kekuatan Augmented Reality ke tangan semua creator. Dalam beberapa bulan terakhir, kami telah memperluas penyebaran AR Studio toolset ke lebih banyak creator untuk membangun dan membagikan Pengalaman AR dengan komunitas Facebook.

Sebagai bagian dari penyebaran ketersediaan AR Studio, kedepannya, kami juga akan menghidupkan teknologi world effect di dalam AR Studio. Creator akan segera bisa mendevelop 3D digital object bagi masyarakat untuk dapat menaruhnya di permukaan dan berinteraksi di dalam ruang fisik mereka.”

Augmented Reality merupakan hal baru, dan 2018 akan menjadi tahun penanda bagi teknologi ini sebagai platform yang meningkatkan pengalaman bersosial media. Harapannya,  Augmented Reality akan mendorong jauh inovasi di dalam media sosial.

2. Chatbots: Trend media sosial paling panas di tahun 2018

Bangkitnya real-time messaging telah menghantarkan sebuah gelombang perubahan didalam cara customer berhubungan dengan brand.

Chatbot telah membantu secara ‘cerdas’ mengotomisasi percakapan dengan ratusan customer secara real-time. Facebook Messenger mengalami peningkatan yang awalnya 33.000 menjadi 100.000 penggunaan chatbot hanya dalam satu tahun. Penggunaan ini membukakan jalan bagi penggunaan chatbot di tahun 2018. Sekarang, ribuan Facebook Page mengaktifkan chatbot yang menghandle percakapan, rekomendasi produk, atau menyelesaikan permintaan customer.

iMessage, WeChat, Slack, dan Viber juga telah meluncurkan chatbot. Begitu juga dengan aplikasi messaging lain yang tengah menghadirkan chatbot di platform mereka.

Sumber gambar

Walau bagaimanapun peningkatan cepat chatbot ini bukan berarti bahwa customer telah siap meninggalkan interaksi manusia, hanya saat chatbot digunakan dengan tepat mereka dapat membantu perusahaan (hingga $8 miilar) dan meningkatkan pengalaman customer.

Sumber gambar

3. Instagram: Juara Baru Media Sosial

Instagram telah melewati perjalanan panjang sejak peluncurannya 8 tahun lalu. Memulainya sebagai aplikasi berbagi foto, ia telah tumbuh menjadi raksasa media sosial. Faktanya, ia telah menjadi jejaring media sosial yang paling diminati di U.S. mengalahkan Snapchat. Di Indonesia pun sebenarnya kondisinya tidak jauh berbeda mengenai kepopuleran Instagram ini.

Sumber gambar

Mengenali potensi Instagram, para brand juga tidaklah jauh tertinggal. Sekarang, para pengiklan sangat mengapresiasi kesempatan ini, dan hal ini juga ditunjukan melalui peningkatan pengeluaran yang diberikan untuk platform ini. Keuntungan iklan Instagram tumbuh secara signifikan dari tahun ke tahun. Di tahun 2017, ia menghasilkan 10,6% dari Total keuntungan iklannya Facebook.

Sumber gambar

Saat ini, Instagram terus membuat platformnya semakin menarik baik bagi pengiklan maupun customer dengan fitur-fiturnya, selain story yang dirasa sangat powerful. Belakangan Instagram juga hadir dengan IGTV. Bagi sebuah bisnis, sangat direkomendasikan untuk mengexplore story IG maupun IGTV untuk kepentingan Brand maupun advertising. Karena jika ternyata produk atau brand cocok dengan audiens Instagram, maka pemenang sesungguhnya di 2018 adalah mereka yang menyadari peluang besar yang hadir saat memaksimalkan fitur-fitur tersebut.

Sumber gambar

Tidak berhenti sampai di situ. Instagram juga menjadi salah satu pionner dalam social commerce dengan bentuk “shopping tags” Instagram sedang di set untuk meningkatkan performa industri retail. Para user dan brand mungkin sedikit frustasi karena kurangnya link yang dapat di klik dalam sebuah post, jadi shopping tags menawarkan cara yang lebih smooth dan terintegrasi bagi brand untuk memonetisasi post mereka dan bagi customer untuk dapat melakukan pembelian dengan langkah yang lebih singkat.

Pada tahun 2018, Instagram akan terus bertumbuh dan membantu baik pengguna maupun bisnis untuk menghabiskan lebih banyak waktu di media sosial.

4. Video: Gambar Bergerak akan menjadi yang terpenting

Sebuah gambar bernilai ribuan kata, video bahkan bisa lebih. Salah satu buktinya adalah YouTube sebagai platform media sosial terbesar ke dua berdasarkan pengguna aktifnya. Platform media sosial meningkatkan adaptasi platform mereka ke arah konsumsi video.

Facebook telah mendeklarasikan bahwa video adalah rajanya dan secara aktif mengubah news feed nya untuk lebih mempromosikan konten video. Selain itu, Facebook juga meluncurkan “Facebook Watch” pada Agustus 2017

Sementara itu Instagram selain di rasa sukses dengan Instagram story-nya kini hadir dengan IGTV yang digadang-gadangkan akan menyaingi YouTube.

Meningkatnya dan semakin murah-nya bandwidth, camera yang semakin baik pada smartphones, dan kuatnya dorongan dari media-media sosial ini tentunya akan semakin membuat video content melampaui konsumsi media lainnya.

Sehingga dewasa ini sebuah brand tidak perlu ragu untuk mengambil pendekatan social-first video marketing. Faktanya, pada tahun 2017 marketer menghabiskan waktu 2x lebih banyak pada online video dibandingkan dengan iklan di TV. Berdasarkan prespektif jangka panjang, video hadir untuk waktu yang lama. Industri telah mendstandarisasi digital video content dalam durasi yang panjang untuk para pengiklan.

Perusahaan B2B juga telah memanfaatkan jejaring sosial untuk meluncurkan strategi video-first, dimana LinkedIn sebagai yang terdepan pada peluncuran fitur video pada Tahun 2017. Kebanyakan pengiklan telah menanti LinkedIn untuk membuka fitur videonya untuk mereka. Hal ini juga tidak menghentikan para influencer untuk menjangkau koneksi professional mereka menggunakan LinkedIn Video.

Di tahun 2018 ini, video akan terus mendapatkan traffic dan engagement dalam jumlah besar. Tak peduli seberapa kecil atau besar bisnis Anda, Overall Growth Plan Anda harus mempunyai video sebagai bagian dari social media strategy Anda.

5. Micro-influencer: tak terlalu micro lagi

Influencer marketing bukanlah hal yang baru di media sosial. Hal tersebut kini telah menjadi cara paling efektif – dan juga mahal kalau tidak dijalankan secara tepat – untuk mendapat perhatian dan promosi produk Anda.

Namun ternyata yang mengejutkan adalah influencer non seleb cenderung menghasilkan pembelian yang lebih besar dibandingkan para selebritis yang hanya menghasilkan 3% dari pembelian.

Semakin bertambahnya follower, maka engagement akan berkurang. Sehingga perlu diperhatikan bahwa, kini para marketer sudah mulai menggunakan pendekatan yang lebih tertarget dalam strategi endorsement mereka.

Micro-influencers yang mempunyai follower yang lebih engaged (hingga lebih dari 22%) dengan konten yang mereka buat, dan bekerja sama dengan mereka juga lebih terjangkau dibandingkan dengan melakukan influencer campaign dengan selebriti (6,7 x lebih cost effective).

Pada Tahun 2018, brand perlu membangun hubungan yang otentik dengan micro influencer yang mereka percayakan dengan brandnya ketimbang memperlakukan campaign bersama influencer hanya sebagai transaksi beli-putus. Hal ini tidak hanya akan membantu membentuk suatu hubungan saling menguntungkan secara dua arah namun juga menghasilkan efek organik yang lebih bagus terhadap produknya.

6. Live Video: Community dan Conversation yang menyatu

Live video saat ini sedang dalam sorotan. Facebook menyatakan bahwa engagement dalam live video 3x lebih besar dibandingkan non live video dan lebih dari 50% marketer memutuskan untuk mencoba live video tahun ini.

Sumber gambar

Berikut adalah beberapa statistik yang membuktikan popularitas live video:

Live video menawarkan level engagement, excitement dan kesegeraan  yang tak bisa ditandingi oleh recorded videos, postingan ‘traditional’ social media atau bahkan live TV.

Berdasarkan riset oleh Yahoo, ads lebih efektif saat digunakan pada content live, menghasilkan lebih banyak engagement postif.

Sumber gambar

Dengan online live video, sejumlah user dapat berinteraksi dan menikmati live stream bersama-sama, membentuk sebuah komunitas viewer yang saling berbagi dan membuat percakapan di media sosial.

Brand seperti ; Tesla, Dunkin Donuts, dan Airbnb telah menggunakan live video sebagai tool yang efektif untuk membangun brand. Dengan berbagai macam algoritma yang semakin menyulitkan untuk mendapatkan jangkauan organik, konsumsi Live Video akan membantu brand untuk dapat stand out pada 2018.

7. Paid Advertising mengambil peran penting di Panggung

Sumber gambar

TV sudah menjadi tradisi sebagai media pengiklanan semenjak awal kemunculannya. Dengan perkembangan media sosial dan berbagai pilihan yang tersedia untuk advertiser yang mempunyai analisa yang mutakhir, jumlah advertiser sendiri semakin meningkat.

Sumber gambar

Berdasarkan beberapa analyst, 2018 akan menjadi tahunnya digital media, dimana pengeluaran untuk digital ad akan menyalip offline media dan pengeluaran marketing untuk pertama kalinya. Dengan terus berkurangnya penonton televisi, surat, majalah dan koran, hal ini menjadi semakin masuk akal.

Fun Stat: dalam digital advertising, mobile ads yang akan bertengger di atas. Mobile ads diperkirakan akan mencapai 75% dari total spend digital ads.

Social Media advertising membantu brand untuk semakun dekat dengan customer base mereka melalui ads yang highly targeted. Selain itu, adopsi ini meningkat karena ads media sosial lebih mudah untuk diukur dan anda dapat menandai penjualan dan pembelian sampai ke titik dimana anda bisa mengetahui teks mana yang lebih banyak menghasilkan klik.

Melalui  report Adobe baru-baru ini, 42% millenial, dan separuh Generation Z mengidentifikasikan meida sosial sebagai channel yang paling relevant – yang juga akan meningkatkan relevansi adsvertising anda. Bandingkan dengan generasi penonton TV, yang menunjukan relevansi ads nya menurun.

Sumber gambar

Pada 2018, brand akan mengembangkan strategi social media yang lebih fokus terhadap Paid Advertising. Platform seperti Facebook, Twitter, LinkedIn, dan Snapchat secara reguler menghadirkan produk teknologi dan iklan baru yang dapat membantu bisnis untuk menjangkau orang yang tepat di waktu yang tepat.

Inovasi-inovasi tersebut menghantarkan pendekatan terhadap paid advertising akan terus berlanjut pada 2018.

8. Social E-commerce akan menghasilkan pertumbuhan

Social e-commerce adalah kemampuan utnuk membuat third party purchase melalui sebuah pengalaman native social media.

Hal ini akan membantu anda untuk memudahkan customer dalam proses pembelian dengan mengurangi jumlah langkah-langkah yang dibutuhkan untuk menyelesaikannya. Customer dapat secara mudah menemukan produk anda dan melakukan pembelian melalui platform media sosial itu juga.

Facebook, Twitter, dan Pinterest mendominasi ruang social e-commerce dengan Instagram secara perlahan menyusul dengan peluncuran fitur “Shopping Tags” yang sudah kita sebut sebelumnya.

Sumber gambar

Trend-trend di Sosial Media ini akan menentukan bagaimana bisnis-bisnis membangun strategi untuk menghasilkan ROI yang lebih besar, mendaptakan lebih banyak awareness, dan menghasilkan lebih banyak percakapan di Media Sosial.

Trend apa yang paling anda cermati dan mungkin sudah anda terapkan di bisnis anda? Bagaimana rencana anda untuk memanfaatkan trend tersebut? Untuk menunjang keberhasilan promosi Anda, pastikan Anda memiliki partner yang tepat untuk beragam solusi marketing bagi bisnis Anda. Tim profesional dari Kertas Putih Creative House siap Anda andalkan! :) 

Sumber

Sumber gambar thumbnails